Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Salah Pengertian di Malam Pertama

Si Wanto baru saja kawin dengan Tukiyem. Tapi pada malam pertama mereka tidak langsung berhubungan intim, karena mereka lelah sehabis menyiapkan pesta. Pada malam harinya mereka makan bakso bersama di dalam kamar. Ibunya Wanto menguping dari balik pintu dan mendengar suara…

Tukiyem: “Mas, sudah dikocok-kocok gak keluar-keluar.” (Sambil mengocok botol sambal.)

Wanto: “Jelas aja, lobangnya kekecilan!”

Tukiyem: “Ya sudah, ujungnya saya gunting saja!”

Ibunya Wanto langsung kaget, mendobrak pintu kamar dan berteriak, “Jangan!!! Anu anak saya jangan digunting!”

Wanto & Tukiyem: **#@##^%&??!!!

Malam Pertama Anton

Hari ini adalah hari pernikahan Anton dengan Indah (samaran aja kok bukan beneran!), dua sejoli dari sebuah dusun. Dua sejoli ini sama-sama gak tahu yang harus dilakukan pada malam pertama.

Jadi pada malam pertama mereka tidak diisi dengan "adegan-adegan" yahut, mereka hanya tidur bareng aja.

Esoknya ayah Anton bertanya, "Gimana, Ton? Asyikkan malam pertamanya?"

Si Anton menjawab polos, "Biasa aja kok Pak! kita kan hanya tiduran biasa."

Ayah Anton heran, "Lho jadi kalian nggak gitu-gitu?"

"Gitu-gitu gimana to Pak?", tanya Anton.

Dengan bijaksana Ayah Anton menjelaskan, "Gini lho Tole! kalo malam dalam rumah tangga, kamu diwajibkan untuk berhubungan intim dengan istri. Caranya 'adek' kamu dimasukkin ke 'itu' nya istrimu!"

Mendapat penjelasan dari Ayahnya, Anton langsung mempraktekkan pada malam harinya.

Esoknya Ayah Anton kembali bertanya, "Gimana? Asyikkan?"

Si Anton menjawab dengan polos juga, "Asyik gimana, kan cuma dimasukin doang!"

Ayah Anton heran lagi, "Cuma dimasukin? Gak dikeluarin?"

"Lho gimana to, Pak? Katanya dimasukin kok disuruh dikeluarin?", tanya Anton.

Dengan bijaksana Ayah Anton memberi solusi, "Gini aja, Le! nanti malam Bapak ada di luar deket kamar kamu! Bapak akan bawa kenthongan, nanti kalo kamu denger suara THUNG itu tandanya dimasukin, kalo denger suara THUNG lagi itu tandanya ditarik! Ok?"

"Oke deh, Pak!", jawab Anton.

Malamnya Ayah Anton sudah bersiap di luar rumah dekat kamar Anton dan Indah dengan kenthongannya. Si Anton pun udah bersiap diri.

Pada saat yang tepat Ayah Anton membunyikan 1 bunyi kenthongan THUNG, mendapat tanda itu si Anton langsung memulai tugasnya untuk "masuk". Beberapa detik kemudian terdengar suara THUNG lagi, dan Anton langsung "ditarik". Beberapa detik kemudian terdengar suara THUNG lagi, dan Anton langsung "masuk", begitu seterusnya hingga suara kenthongan menjadi lebih cepat dengan tempo sedang.

"THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG… THUNG…"

Anton pun mengikuti irama dan akhirnnya Anton dan istrinya pun mendapatkan makna yang sesungguhnya tentang malam pertama.

Tanpa diduga datang segerombolan petugas rondha yang sama-sama membunyikan kenthongan dengan tempo yang cepat. Suara kenthongan itu bersatu dengan suara kenthongan Ayah Anton, sehingga tempo dari suara kenthongan menjadi secepat tempo lagunya Metallica. Tempo ini pun diikuti Anton.

THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUNG THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUNG THAK TERRRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUTNG THUTNG THUNG THUNG THUNG THUNG GLERRR.

"BAAAAAAAAPPPPPPPAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK…………….!!!", jerit Anton.

Sekarang Tinggal Digoyang

Sepasang pengantin, Koko dan Desy, akan melalui malam pertamanya. Setelah acara usai, sepasang pengantin ini masuk kamar. Di kamar sudah tertumpuk kado dari rekan-rekan mereka. Satu persatu kado dibuka, mendadak Desy tertawa girang. Apa pasal? Ternyata dia menemukan kado berisi sepatu… dia mau mencoba memakai, ternyata sepatu tersebut kekecilan. Dia terus memaksa, namun sia-sia. Koko yang melihat tidak tega, terus bertanya:

Koko: “Kenapa, terlalu sempit?”

Desy: “Iya mas, sakit nih…”

Koko: “Saya masukin perlahan-lahan ya?”

Desy: “Iya mas, tapi jangan keras-keras ya?”

Suaminya membantu memakaikan sepatu sempit itu di kaki isterinya dengan sedikit memaksa.

Desy: “Mas, sakit mas… anunya terlalu sempit…”

Koko: “Tahan donk, saya coba lagi ya?”

Tanpa mereka sadari, orang tua mempelai perempuan, Mak Mimien, lagi nguping di balik pintu kamar pengantin… rupanya ibu mempelai perempuan ini berpikiran lain… dia tidak tega kepada anak perempuanya yang mengalami kesulitan saat malam pertama, saking tidak tahannya, terpaksa ibu mempelai wanita menyela dari balik pintu.

Mak Mimien: “Kenapa nak, susah masuknya?”

Desy: “Iya maaak…”

Koko: “Kekecilan sih tanteeee…”

Mak Mimien: “Coba olesin dengan air liur…”

Koko: “Akan saya coba tante.”

Desy: “Cepat dong mas, dipoles ama air liur…”

Dengan tergesa-gesa pengantin pria memoles seluruh permukaan kaki isterinya dengan air liur.

Koko: “Coba dimasukkan lagi ya sayang???”

Desy: “Iya mas…”

Setelah dimasukkan kaki yang dipolesi liur tadi ternyata dengan mudah masuk.

Koko: “Nah… masuk kan???”

Desy: “Iya… tapi…”

Koko: “Kenapa, masih sakit ya?”

Desy: “Iya, tadi gak terlalu sih, malah udah enak.”

Mak Mimien: “Nah… tuh bisa masuk kan? Sekarang tinggal digoyang, nak.”

Pengalaman Malam Pertama

Sehari sebelum malam pengantinnya yang pertama, Roni, si anak lugu merasa kebingungan dan harus bertanya kepada papanya.

“Pa, kalo mau ngelakuin malam pertama gimana sih pa…?” tanya Roni dengan polos.

“Gini… pertama ambil barang yang sering kamu mainkan pada masa remajamu dulu, kemudian masukkan ke tempat pipis istrimu…”, jawab papanya tenang.

Keesokan harinya, tepat pada malam pengantinnya, Roni buru-buru mengumpulkan mainan pada masa remajanya dan memasukkannya ke dalam toilet.

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!