Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Bahaya Kondom Berasa

Seorang pemilik pabrik kondom berang sebab penjualan perusahaannya menurun karena perusahaan pesaing memperkenalkan kondom dengan berbagai rasa seperti strawberi, pisang, coklat. Pemilik perusahaan itu memanggil kepala divisi risetnya.

“Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong, masak kalah sama perusahaan pesaing.”, omel pemilik pabrik itu.

“Iya pak.” jawab kepala divisi riset itu takut.

“Oke, kalo gitu saya mau bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa.” lanjut pemilik pabrik.

“Rasa apa pak yang kita pakai?”, tanya kepala divisi riset.

“Saya gak mau tau. Itu tanggung jawabmu. Pokoknya harus beda sama pesaing. Kalo bisa yang khas Indonesia.”, omel pemilik pabrik itu.

Setelah sebulan, pabrik itu memproduksi kondom dengan rasa. Tapi penjualan tidak meningkat, malah komplain ke perusahaan yang meningkat. Komplain kebanyakan berisi keluhan karena sering terjadi kecelakaan dalam permainan sex terutama saat oral sex. Yaitu penis pasangan sering tergigit dalam oral sex.

Peningkatan komplain ini membuat pemilik perusahaan memarahi lagi kepala divisi risetnya.

“Kamu ini gimana sih? Disuruh cuma nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Bisa bangkrut kalo gini!”, Omel pemilik perusahaan.

“Iya pak, mungkin kondomnya perlu ditarik. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya.”, kata kepala divisi riset.

“Omong-omong emang kamu kasih rasa apa?” tanya pemilik pabrik.

“Sesuai permintaan bapak, rasa khas Indonesia, rasa rendang.”, jawab kepala divisi riset.

Nggak Ada yang Ngotot Pengen Make!

Sepulang dari kantor kemarin malem, gue mampir ke suatu mall buat beli obat di counter apotik kecil yang ada di situ. Setelah nyerahin resepnya, gue beli rokok ke counter di sebelahnya dan kemudian gue duduk santai buat nunggu panggilan untuk pengambilan obatnya.

Untuk pengisi waktu, rokok yang baru gue beli langsung aja gue keluarin dan gue nyalain sebatang.

Baru aja jalan tiga isepan, gue udah disamperin sama Security (Satpam) yang ada di dekat situ.

“Mangap Mas… eh, maksud saya maap, rokoknya tolong dimati’in dong. Di ruangan ber-AC ini dilarang merokok…”, tegor si mas Satpam. Baca selengkapnya »

Punya Toko Obat

Slamet masuk ke toko obat dan membeli kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya.

“Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya”, tambah slamet sambil menyeringai. Satu sachet kondom pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. “Saya minta satu lagi”, adik pacar saya juga cantik, agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur…”. Kondom kedua berpindah tangan.

Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. “Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati…”.

Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung.

Mereka menunggu sang ayah. Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala. Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa.

Dua menit. Slamet terus komat-kamit, cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan. Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, “Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius”.

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir menangis, “Saya juga baru tahu ayah kamu punya toko obat…”

Mandeg 9 Bulan

KONDOM protes pada SOFTEX: “Ketika elu lagi dipake, penjualan gue anjlok selama 7 hari.”

Jawab Softex: “Ah baru 7 hari, kalo lu bocor sekali aja, penjualan gue Mandeg 9 bulan, tau!!”

Gak Sampe Kulitnya Ngelupas

Pembantu ketemu kondom bekas lalu tanya: “Nyonya, ini apa??”

Nyonya: “Kalian orang desa gak pernah main cinta!!”

Pembantu: “Pernah nyonya, cuma gak sampe kulitnya ngelupas!”

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!