Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Nggak Ada Teksnya

Suatu saat di dalam kelas kesenian sedang dilangsungkan diskusi seru seputar perkembangan film Indonesia. Pak dosen memberi prolog bahwa saat ini industri film Indonesia sedang dalam gairah-gairahnya.

Yang jadi persoalan untuk didiskusikan adalah bagaimana kualitas film Indonesia saat ini diukur dari ide, kreativitas, tawaran-tawaran barunya, tematiknya, dan lain-lain.

Maka terjadilah perdebatan seru seputar analisis, kritik dan apresiasi film Indonesia. Ada yang berpendapat bahwa banyaknya film yang diproduksi bukan indikator kemajuan film Indonesia.

Ada juga yang berpendapat bahwa bagaimanapun banyaknya film yang sudah diproduksi merupakan bukti kemajuan film Indonesia.

Mahasiswa yang lain berpendapat meskipun film Indonesia saat ini banyak sekali, namun semua tak berkualitas, “Masa gak ada bedanya film sama video klip,” katanya. Wah pokoknya seru sekali perdebatan saat itu.

Namun, ada satu mahasiswa yang dari awal diskusi hingga akhir tampak bengong saja seperti enggan terlibat dalam diskusi.

Pak dosen bertanya: “Anton, dari tadi kamu kok diam saja. Apa kamu nggak suka dengan film Indonesia?”

“Nggak, Pak.”

“Lho, kenapa?”

“Nggak ada teksnya, Pak. Kalau film barat kan ada teksnya.”

Kalau Bumi Penuh Mau Pindah ke Planet Mana

Dalam diskusi di N.A.S.A. Amerika Serikat,ada 3 negara diundang untuk mengambil dan mencari solusi agar manusia bisa tinggal di planet lain selain bumi yang makin padat ini. Mereka itu berasal dari negara Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia.

Saat itu di depan para juri yang menilai usul masing-masing, dan begini usul mereka bertiga saat diskusi:

Amerika: “Kami mengusulkan pindah ke Bulan atau Mars saja.”
Juri: “Tapi kami belum melihat kehidupan disana saat ini.”

Inggris: “Kami usul pindah ke planet Venus, pasti lebih oke.”
Juri: “Kami perlu waktu dan penyelidikan lagi untuk itu.”

Indonesia: “Kami cuma usul jika kita dipindahkan ke PLANET SENEN saja, dan di sana ada pentas musik dangdut live, stasiun Kereta Api, Supermarket Matahari, Hok Ben, Mc Donald, Pizza Hut dan banyak yang lainnya. Dijamin tidak akan sengsara selama-lamanya apabila kita semua tinggal di sana.”
Juri: “Good… good… good, usul anda sangat baik dan bagus.”

Indonesia: “Hidup Indonesia…3x!!!”

Asuransi Paling Cepat

Di Australia sewaktu ada konferensi asuransi internasional, ada salah seorang peserta yang terjatuh dari lantai 15 dan tewas seketika, setelah itu terjadi pembicaraan.

Peserta amerika: “Di negara saya kalo ada orang jatuh dari lantai 15, asuransinya bisa cair dalam jangka waktu seminggu…”

Peserta dari Jepang nggak mau kalah: “Apalagi di negara saya, kalo ada orang jatuh dari lantai 15, asuransinya akan cair dalam jangka 2 hari… 2 hari…”, sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah.

“Gimana dengan di Indonesia?” tanya peserta dari amerika.

“Kalo di Indonesia malah lebih cepet lagi, kalo ada orang jatuh dari lantai 15, di lantai 10 asuransinya sudah di berikan…”, kata perserta Indonesia tersebut kalem.

Mencekik Leher Anjing

Di Central Park, New York pada suatu pagi, seorang anak diserang oleh anjing liar. Seorang laki-laki yang kebetulan sedang berjalan-jalan di sana langsung menolongnya. Setelah bergumul beberapa saat dengan anjing liar itu, akhirnya ia terpaksa mencekik anjing itu hingga mati. Seorang wartawan New York Times yang melihat kejadian itu, langsung mengabadikannya dengan kamera untuk dipasang di edisi besok.

Sambil mendekati si penolong wartawan itu berkata, “Halo, saya seorang wartawan dari New York Times, saya sangat mengagumi perbuatan anda. Menurut saya kepahlawanan anda patut untuk dimuat di halaman depan besok dengan judul ‘Warga New York Pemberani Selamatkan Bocah’”. Baca selengkapnya »

Taruhan Telur Kotak

Seorang wanita tua masuk ke Bank Indonesia (BI) dengan sekoper uang. Ia membujuk supaya dipertemukan dengan Gubernur BI. “Saya akan buka rekening. Uang yang akan saya simpan sangat-sangat besar,” katanya. Semula staf bank ragu, tapi akhirnya membawa wanita tua ini ke ruangan Gubernur BI.

Sang gubernur bertanya, berapa banyak uang yang akan disimpan.

“Rp. 1 milyar,” jawab wanita itu sambil meletakkan koper uang di meja.

Sang gubernur bank penasaran, “Maaf, ibu saya agak terkejut. Dari mana ibu dapatkan uang tunai sebanyak ini?”

“Saya menang tebak-tebakan!”

“Well, menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?” sang gubernur penasaran.

“Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!”

“Hah…!” Gubernur BI tergelak. “Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu, ” ujarnya yakin. Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!