Tablet yang Murah

Pembeli: “Berapa harga iPad itu mba’?”
Pedagang: “6 juta”

Pembeli: “Kalau harga iPad 2 ?”
Pedagang: “8 juta”

Pembeli: “Kalau Galaxy Tab 1 yang itu ?”
Pedagang: “3 juta”

Pembeli: “Mmmm… yang Galaxy 2 ?”
Pedagang: “Kalau itu 5 juta”

Pembeli: “Waaah mahal ya? Ada tablet yang murah gak?”
Pedagang: “Ada, PARAMEX Rp. 2.500,- dapat 4 tablet”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.3/10 (24 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +4 (from 6 votes)

Malam Pertama Ibarat Penjahat dan Penjara

Sepasang pengantin baru sedang bersiap menikmati malam pertama mereka. Pengantin perempuan berkata, “Mas, aku masih perawan dan tidak tahu apa-apa tentang seks. Maukah Mas menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya?”

“Seks itu sederhananya begini, kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku penjahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel,” terang pengantin lelaki. Lalu mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.

Ketika sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si pengantin perempuan berkata, “Mas, penjahatnya lepas.”

Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan ‘penjahatnya’. Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati hubungan asmara yang baru pertama ini ia rasakan. Setiap kali selesai, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya.

Setelah sekian kali, si pengantin lelaki dengan nafas terengah-engah berkata, “Dik, penjahat yang ini tidak menjalani hukuman seumur hidup.”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 6.9/10 (23 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 4 votes)

Cerita Liar Seorang Bujangan

Udah 3 hari belakangan ini Cynthia numpang menginap di kost-an ku yang kecil. Awalnya saya agak khawatir dengan perubahan suasana ini. Cynthia menumpang sementara di sini, padahal saya bingung “gimana perasaan cewe gue”. Untuk mencari penegasan saya tatap wajah muda Cynthia yang cantik dan lucu. Cynthia membalas tatapan saya tanpa berkedip. Sebersit saya membaca kegenitan di dalamnya, sayapun menyerah..

Hari pertama.

Cynthia nampak begitu kalem dan sopan—ketika itu si Avi (cw gue)juga ada—dan dia oke-oke aja setelah mendapat penjelasan logis. Avi duduk di sofa di depan TV, dan saya duduk di bangku di depan meja komputer. Cynthia nampak menjaga jarak dengan saya, dia duduk tidak bergeming di samping Avi sambil menikmati soap opera dan MTV (Music Television). Saya mencoba menggoda Cynthia. Tapi female satu ini seperti batu, Avi dan dia menatap tanpa berkedip tabung kaca itu seperti orang dalam pengaruh hipnotis.

Hari pertama agak sorean.

Problem mulai muncul ketika Avi pulang meninggalkan kost-an, membiarkan saya dan Cynthia berdua di kamar kost adalah hal yang janggal, saya tidak tahu harus bersikap bagaimana, saya grogi dan nerveous, apalagi begitu mobil Avi berlalu, Cynthia langsung mendekati saya dengan penuh roman.

Saya duduk di sofa dengan perasaan tidak nyaman. Cynthia mendekati saya dan ikut duduk di samping. Kaki saya yang terjulur ke atas coffe table di sentuhnya dengan halus, pinggang saya disenderinya dengan santai, merasa agak terganggu, saya berdiri dan pindah duduk di depan komputer lagi.

Cynthia mengikuti. Saya berpura-pura sibuk membuka internet, tapi Cynthia berdiri di sana menatap saya dengan pandangan yang sendu dan mengundang.

Saya tanyakan, “Apa kamu belum makan siang?”. Tapi Cynthia tetap terdiam seakan dia meminta sesuatu yang lain. Saya termangu tidak mengerti apa maksudnya.

Tapi karena saya ini termasuk laki-laki yang tahan godaan, jelas saya tidak mau berpikiran yang bukan-bukan. Saya cuekin Cynthia seharian.

Hari kedua.

Cynthia makin liar menjadi-jadi, Cynthia menggoda saya habis-habisan. Tubuhnya yang langsing selalu dicoba ditempelkan ke badan saya secara kurang ajar. Walaupun Cynthia cantik, dan suaranya lembut menarik, saya tidak mau jatuh tertarik. Ketika saya bentak, “Cynthia please.. Jangan ganggu saya”.

Dia tetap saja berkepala batu. Bahkan ketika saya duduk di sofa kembali, Cynthia mencoba membaringkan tubuhnya di pangkuan. Saya marah dan berdiri, kemudian saya berjalan dan membaringkan tubuh di kamar. Angin dari fan yang bertiup dingin dan matahari yang masih nampak garang siang ini membuat saya jatuh tertidur 5 menit kemudian.

Samar-samar saya merasa ada sesosok tubuh berbaringan di samping kanan. Tubuh hangatnya yang halus menyentuh lengan saya secara lembut dan mengundang. Sejenak saya merasa, barangkali si Avi balik lagi untuk mengambil barang yang biasanya tertinggal, tapi lama-lama saya menyadari tubuh hangat ini pasti bukan Avi. Saya terkejut lalu bangkit secara tiba-tiba. Kali ini saya benar-benar murka melihat Cynthia sedang berbaringan secara santai dan erotis di samping sana. Padahal sebelum ada perkawinan, saya berpikiran untuk tidak tidur dengan mahluk bergender perempuan. Itulah sebabnya saya bentak Cynthia untuk jangan berbuat kurang ajar, karena sudah tidak tahan saya berdiri dan membuka pintu kost-an.

“Keluar…!”. Teriak saya tidak sabar.

Wajah Cynthia nampak lesu dan sedih. Dua detik dia termenung untuk kemudian berjalan perlahan. Saya tidak lagi ingat akan segala bujuk rayunya, persoalan ini akan semakin membesar jika saya membiarkan Cynthia lebih lama menetap di kost-an ini.

Langkah Cynthia yang seksi berhenti 10 meter dari pintu apartemen.

Karena saya takut dia akan mengubah niat untuk berbalik kembali ke sini, saya berteriak, “Dont you ever think about it…!”

Cynthia menatap saya secara kurang ajar, lalu membalas teriakan dengan keras, “Meowwwngggg…!!! Meowwwwwnggg…!!!”

Kucing jalanan itu akhirnya kembali ke asalnya…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 6.3/10 (18 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 5 votes)

Tuhan di Rumah

Seorang anak bertanya pada ibunya,

Andi kecil: “Mama, apakah Tuhan menginap di rumah kita?”

Mama: “Tentu tidak, nak…, Tuhan itu tempatnya di surga, sayang…”

Andi kecil: “Tapi, ma…”

Mama: “Apalagi, Andi…?”

Andi kecil: “Kemaren sore Andi dengar suara papa di kamar pembantu kita ngomong gini: Oh Tuhan…, tubuh kamu bagus bangeett…”

Mama: @_@ !!!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.2/10 (20 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +6 (from 6 votes)

Yang Lalu Biarlah Berlalu

1. Komunikasi
Pak Guru: “Budi! Di mana letak Jantung?”
Budi: “Gak tau Pak”
Pak Guru: “Bodoh! Keluar!”
Budi: *keluar sebentar dan masuk lagi* “Pak, di luar juga gak ada Jantung…”

2. Ngerjain PR
Bu Guru: “Kenapa telat?”
Murid: “Saya dicopet Bu.”
Bu Guru: “Terus kamu ga apa-apa?”
Murid: “Ga apa-apa Bu.”
Bu Guru: “Apa yang hilang?”
Murid: “Buku PR Bu.”

3. Lupa Pelajaran
Bu Guru: “Siapa yang ingat pelajaran minggu lalu?”
*hening*
Bu Guru: “Budi? Kamu ingat?”
Budi: “Sudahlah Bu! Yang lalu biarlah berlalu…”

4. Nyontek
Pak Guru: “Usro, jangan nyontek!”
Usro: “Gak Pak”
Pak Guru: “Terus ngapain nengok-nengok ke Jojo?”
Usro: “Ini soal-soalnya kayaknya sama Pak. Jadi saya cuma mencocokkan jawaban!”

5. Curang
Bu Guru: “Oke, siapa yang bisa jawab boleh pulang.”
*murid lempar tas ke jendela*
Bu Guru: “Siapa yang lempar tadi?!”
Murid: “Saya bu! Horee bisa pulang!”

6. Merokok
Budi: “Jo, lu kok ngerokok mulu!”
Johan: “Emang kenapa?”
Budi: “Ga takut mati apa!?”
Johan: “Tenang, gue bawa korek! kalo mati, gue nyalain lagi!”

7. Ajaran Ortu
Bu Guru: “Usro, setelah 7 berapa?”
Usro: “8, 9, 10, Bu”
Bu Guru: “Bagus! Siapa yang ajarin?”
Usro: “Bapak aku Bu!”
Bu Guru: “Terus, setelah 10 apa?”
Usro: “Jack, Queen, King, Bu!”

8. Dukungan Keluarga
Bapak: “Usro, kalo UAN ini kamu gagal lagi ga usah kenal sama Bapak!”
*Setelah UAN*
Bapak: “Usro, gimana UAN kamu?”
Usro: “Maaf, bapak siapa ya?”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.6/10 (36 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +14 (from 16 votes)

Masih Jauh

Ustadz: “Eh… kamu ga malu, udah besar belum bisa ngaji?”

Pemuda: “Emang masalah buat pak ustadz…?”

Ustadz: “Anak saya saja baru TK sudah hafal banyak surat-surat pendek…”

Pemuda: “Trus, saya harus bilang WOWW gitu…???”

Ustadz: “Sabaar… kita mulai dari huruf Aliif, Baa, Taa… dan seterusnya, huruf WAUW masih jauh!”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.8/10 (21 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +10 (from 12 votes)

Jam Korupsi

Di depan gerbang surga, banyak manusia yang mengantri untuk diadili oleh Tuhan…

Sambil mengantri, manusia yang baru pertama kali ke depan gerbang surga itu pun takjub, melihat di tembok gerbang surga terdapat JAM dan label negara-negara di dunia…

Tapi ada yang aneh dari jam tersebut, setiap negara mempunyai kecepatan putaran yang berbeda dengan jam negara lainnya… Melihat hal yang unik itu, salah seorang dari mereka bertanya,

Orang Filipina: “Malaikat, knapa tuh kok jamnya beda-beda muternya?”

Malaikat: “Oh kecepatan putaran itu bedasarkan tingkat korupsi negara anda, semakin cepat berarti semakin besar tingkat korupsi di negara anda.”

Orang Filipina: “Ooohhh begitu… (sambil berbisik ke yang lain) emang bener kata orang, si Estrada korupnya gila-gilaan… Tuh jam jadi bukti…”

Orang Thailand: “Wah brengsek! Ternyata Somchai Wongsawat juga korupsi! Pantes negara gue miskin!!”

Orang Singapore: “Hahahah jam negara gue Slow banget tuh… Kebukti negara gue bersih dari yang namanya Korupsi… Hahahaha”

Orang Indonesia: (melihat sekeliling, ga menemukan jam negaranya). Lalu dia pun bertanya, “Malaikat, kenapa jam negara saya ga adaaaa??? Saya tidak melihat adanya jam negara sayaaa…”

Malaikat: “Maaf, anda dari negara mana?”

Orang Indonesia: “Indonesia.”

Malaikat: “Sebelumnya saya minta maaf atas ketidaksopanan ini. Coba lihat kesana… Jam negara Anda kami pakai sebagai kipas angin…”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (19 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +16 (from 16 votes)

Mulai dari Bawah

Ada seorang emak yang kuatir banget sama hobby jelek anak cowoknya yang masih kelas 5 SD bernama Otong. Hobby di Otong itu gak lain adalah suka ngintipin cewek yang lagi mandi. Si Emak kuatir kalau yang diintipin nyadar, terus is Otong ditabokin sama orang-orang.

Pada satu hari, si Emak nasehatin si Otong.

Emak: “Tong, Emak cuma mo kasih tau aja nich… Loe tu ye, jangan suka ngintipin cewek lagi mandi… Nanti loe dikutuk jadi batu baru nyaho loe…”

Otong kaget dan kemudian langsung sungkem ama Emaknya… Sambil sesenggukan dia pun minta maaf sama si Emak.

Otong: “Ampuuuuuunnnnn… Mmmmaaaaakkkkk… Ampuuuunnnnn… Otong janji gak akan berani ngintip-ngintip cewek mandi lagi.”

Emak: “Baguslah tong… kalau loe dah insyaf… Berarti sekarang loe udah tau kalau perbuatan loe itu salah…”

Otong: “Iya mak… Sekarang Otong sadar… Pantesan aja yah mak, kalau pas Otong lagi ngintip cewek mandi, sedikit demi sedikit ‘burung’ Otong mulai mengeras Mak… Itu berarti, proses kutukan ngebatunya mulai dari bawah ya Mak…!?!?!?

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (14 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)

Bohongin Orang

Cewek: Mas kerja di mana?
Cowok: Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek: (WAW… Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok: Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek: (WAW kereenn… Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
Cowok: Ngga ah… Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek: (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok: Sedikit koq… Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek: (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok: Hmm… Sampai saat ini belum tuh… hehe…
Cewek: (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok: Tidak… rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek: (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok: Tidak donk…
Cewek: (Gilee… Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok: Nggak… ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek: (Ooohhhh… So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok: Tidak tidak…
Cewek: (Iihh… sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok: Yah… baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek: (Subhanallah… calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok: BOHONGIN orang…
Cewek: #$%*^!!!!!!…GeDUMBRAN6…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.2/10 (14 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +5 (from 5 votes)

Kupu-kupu Malam

Oma sakit dibawa ke dokter umum oleh opa… sampai di sana pasien yang antri banyak sekali.

Opa bosan, akhirnya opa membawa oma ke dokter hewan. Waktu masuk, Dokter bertanya, “Binatang apa yang
sakit opa?”

Opa jawab, “Oma yang sakit dok…”

Dokter bilang, “Loh…! Di sini dokter hewan opa bukan dokter umum.”

Opa jawab, “Gak apa-apa dok! Periksa saja, karena oma ini dulunya kupu-kupu malam.”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (14 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)