Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Si Mul…

Ada seorang biarawati (suster) cantik dan seorang Preman yang lumayan ganteng naik bis kota bersama-sama. Preman itu sangat bernafsu melihat suster tersebut. Akhirnya ia tidak tahan dan bertanya: “Maukah suster bercinta dengan saya?”

Suster itu menjawab:
“Tidak mungkin, kan saya seorang suster, kekasih Tuhan”. Akhirnya suster itu turun dari bis…. Preman yang sadar dirinya ganteng dan jantan, merasa kecewa!.

Sopir bis yang bernama Mulyadi menguping pembicaraan itu. Mulyadi melirik pada Preman yang memang ganteng itu lalu berkata pada Preman itu:
“Kamu mau bercinta dengan suster itu? Bayar aku Rp 100.000,- , nanti saya kasih tahu rahasianya.”

Preman itu membayarnya, dan Mulyadi memberikan nasehatnya :
“Suster itu memiliki kebiasaan berdoa setiap Selasa malam di tempat suci di belakang gereja. Kamu harus berpakaian putih dan berkilau-kilau lalu berbuat seolah-olah kamu itu “Tuhan”, dan memintanya untuk bersetubuh dengan kamu.”

Preman itu setuju dan menunggu hingga Selasa malam. Memang benar suster itu datang berdoa dengan khusuk. Sehabis doa, Preman itu muncul dan berkata, “Aku akan kabulkan seluruh permintaan kamu, asalkan kamu mau bersetubuh dengan aku ?”

Suster itu menjawab, “Karena aku kekasih Tuhan, jadi aku bersedia. Tetapi agar aku tetap perawan, sebaiknya dilakukan secara anal-sex.” (suster atau biarawati memang harus perawan sepanjang hidup).

Preman itu setuju lalu terjadilah persetubuhan itu….. Dan Preman ganteng itu membuktikan keperkasaan dirinya sebagai laki-laki yang jantan.

Selesai semuanya itu, Preman itu berteriak:
“Ha.. ha… ha… aku bukan Tuhan…. Aku Preman.”

Suster itu juga berteriak:
“Ha… ha… ha… aku juga bukan suster”

“Aku adalah Mulyadi - sopir Bis”

Permen Karet

Seorang turis asal Singapura sedang menikmati liburan di Malaysia. Dia sedang menikmati makan paginya di Coffee House hotel di tempat ia menginap. Seorang Malaysia yang sedang memakan PERMEN KARET duduk di sebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.

Orang Malaysia : “Kalian orang -orang Singapura memakan keseluruhan roti ya..?”

Turis Singapura : “Tentu saja”

Orang Malaysia : “Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan bagian dalamnya saja. Sedangkan bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan lalu kami masukkan ke dalam kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi roti croissants dan kami jual ke Singapura.”

Si orang Malaysia lalu tersenyum puas saat melihat si turis asal Singapura terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.
Orang Malaysia : “Apakah kamu memakan selai dengan roti?”
Turis Singapura : “Tentu saja”
Orang Malaysia (sambil tertawa kecil) : “Kami tidak. Di Malaysia kami makan buah segar pada saat makan pagi. Kami kupas kulitnya, keluarkan bijinya dan kami kumpulkan di kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi selai.
Setelah itu kami ekspor ke Singapura.”

Kali ini, si turis Singapura balas bertanya : “Apakah kalian, orang-orang Malaysia melakukan hubungan sex ?”

Orang Malaysia : “Kenapa ? Tentu saja kami melakukan hubungan sex.”

Turis Singapura : “Apakah kalian menggunakan “pengaman” ?”

Orang Malaysia : “Tentu saja !! Kami menggunakan kondom.”

Turis Singapura : “Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah digunakan?”

Orang Malaysia : “Kami buang, tentu saja.”

Turis Singapura : “Kami tidak. Di Singapura, pemerintah secara diam - diam memasukkan kondom-kondom tersebut ke dalam kontainer, kami lebur, lalu kami olah menjadi permen karet dan kami ekspor dan jual ke Malaysia. Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Singapura dilarang makan permen karet.”

RSJ Grogol

Suatu hari terjadi keributan di Rumah Sakit Jiwa Grogol Jakarta, yaitu bentrokan antara 2 kubu pasien. Kubu pasien yang pertama adalah pasien yang selalu menjawab “SUDAH” setiap kali ditanya, sementara kubu yang kedua adalah pasien yang pasti menjawab “BELUM” kalo ditanya. Karena perbedaan inilah, mereka sering berselisih paham dan akhirnya kemaren terjadi bentrokan fisik yang mengakibatkan beberapa pasien luka berat dan ringan. Pihak manajemen RSJ Grogol pun meminta bantuan pihak kepolisian untuk membantu mengamankan situasi.

Akhirnya setelah berdiskusi dan mencari solusi, pihak manajemen mengambil keputusan untuk memisahkan 2 kubu pasien tersebut agar tidak terjadi bentrokan lagi. Kubu yang selalu menjawab “SUDAH” diletakkan di bangsal depan dekat lapangan, sementara kubu yang selalu mengatakan “BELUM” ditaruh di bangsal belakang dekat blok kamar mandi.

Sebelum cerita ini dilanjutkan, ada pertanyaan untuk Anda semua, apakah Anda sudah paham cerita yang barusan Anda baca ?
(tidak usah diucapkan keras-keras, dalam hati saja cukup, yang penting kami mengetahui di bangsal sebelah mana Anda harus ditempatkan)

Surat dari Rio

Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah, tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan:

Kepada Yth.
Tuhan
di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan, saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000. Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.

Dari : Rio

Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya. Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana untuk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,-.

Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan: “Dari Tuhan di Surga”, dan menyerahkan ke anak buahnya utk di kembalikan ke Rio.

Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-. Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :

TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-.

Polisi: GUBRAKKKK…

Jawa & Sunda

Ada orang jawa sedang buang hajat di WC karena sakit perut. Tak lama kemudian datang orang Sunda dengan terburu-buru karena sakit perut yang hebat dan juga mau buang hajat.

Orang Sunda: Atos mang…atos mang… (sambil mengetuk pintu)

Orang Jawa: Atos..atos…orang lagi mencret dibilang atos…

Jawa: Atos (Indo. Keras)
Sunda: Atos (Indo. Lekas)

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!