Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Ganti Pakaian

Dalam Kompi C sebuah pasukan sudah berbulan-bulan bertugas di pedalaman Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka dikumpulkan oleh sang komandan.

“Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita buruk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan diganti…”

“Horeeee! Siap, Komandan!” seru seluruh anggota pasukan dengan sukacita.

“Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian dalammu dengan punya Joko. Iwan, kamu ganti dengan punya Budi…”

Hati-hati Rahasia Anda Bisa Diketahui PLN

Satu pasangan muda sangat bersuka cita demi mengetahui sang isteri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.

Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya… takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah diomong-omongin…”

Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter.”

Tiba-tiba datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.

Tukang Rekening PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan.”

Isteri: “Bapak tahu dari mana…? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…!”

Suami: “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”

Tukang Rekening PLN: “Semua tercatat di kantor kami, Pak.”

Suami (tambah sengit): “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”

Keesokan harinya…

Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”

Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”

Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”

Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong Pak!”

Suami (sialan gue diperes nih!): “Kalau saya tidak mau bayar, bagaimana?”

Karyawan PLN: “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”

Suami: “Maknya di kupyak…? Lha, kalo diputus… nanti istri saya bagaimana…?”

Karyawan PLN: “Kan masih bisa pakai lilin.”

Giliran Inem Dong

Nyonya Besar curiga sama si Inem pembantunya ada main sama si Tuan Besar. Karena setiap kali Tuan Besar bilang mau pergi bisnis ke luar kota, malamnya si Nyonya merasa ada seseorang di kamar si Inem. Suatu hari pada saat Tuan Besar bilang mau keluar kota, malamnya si Nyonya ngomong ke si Inem,

“Nem, malam ini ibu mau tidur di kamar kamu, kamu boleh tidur di sofa.”

Si Inem merajuk, “Wah, kenapa bu? Nggak mau ah!”

“Jangan banyak tanya, nanti tak pecat!”

Si Inem terpaksa menurut.

Malamnya sewaktu si Nyonya sedang tidur di kamar pembantu yang gelap, pintu kamar tiba-tiba terbuka, seorang laki-laki masuk. Si Nyonya berpikir,

“Rasain lu, suami mata keranjang, dia enggak tahu si Inem nggak tidur di sini, gue mo tahu cara dia main gila ama Inem!!!”

Selanjutnya yang si Nyonya rasakan adalah kenikmatan yang luar biasa, sehingga saking nikmatnya si Nyonya enggak mau maklumatkan perang malam itu. Cuma si Nyonya merasa senang campur heran karena anunya si Tuan Besar malam itu serasa lebih kencang dan lebih besar dari biasanya.

Besok malamnya si Nyonya bilang sama si Inem dia mau tidur lagi di kamar pembantu, si Inem nggak bisa buat apa-apa. Malam itu si Nyonya merasakan lagi kenikmatan bak di surga dan dia merasa anunya suaminya kali ini tidak hanya lebih kencang dan besar tetapi juga panjang. Si Nyonya benar-benar puas.

Besoknya begitu lagi, tetapi kali ini si Nyonya benar-benar hampir kepayahanan karena anunya si Tuan Besar lebih perkasa dari 2 malam sebelumnya, benar-benar kencang, panjang dan besar. Si Nyonya benar-benar puas habis2an. Besok malamnya si Nyonya bilang mau tidur lagi di kamar si Inem, tetapi kali ini si Inem benar-benar ngebantah, dia bilang,

“Nyonya, maapin Inem, kali ini Inem benar-benar enggak terima!”

Si Nyonya marah, katanya, “Enak aja, elu main sama laki gue, harusnya gue yang enggak terima!”

Si Inem kaget, lalu ngejawab,

“Nyonya salah sangka, malam pertama waktu nyonya tidur di kamar Inem, yang masuk itu si Dedi, jongos Nyonya yang cakep itu, malam kedua itu giliran si Joko, tukang kebun Nyonya yang kekar dan kece itu, dan kemarin malem itu kan si Mustafa, supir tuan besar yang keturunan Arab yang keren dan macho itu. Nah malam ini Inem nggak mau digantiin lagi sama nyonya, lagian bisa gawat Nyonya, Bahaya, bisa kualat!!!…”

Si Nyonya hampir pingsan bertanya, “Emang malam ini giliran siapaaaa?”

“Giliran Steve, anak Nyonya!”

Bayi Tanpa Tulang

Seorang bayi telah lahir tanpa tulang di sebuah rumah sakit di Jakarta. Peristiwa yang mungkin cukup langka ini sempat menarik perhatian media cetak dan elektronik lokal dan interlokal.

Tak ayal lagi, para wartawan-pemburu berita pun segera mendatangi rumah sakit tersebut untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Di ruang pasien, tampak telah berkumpul seluruh keluarga, kerabat dan sanak-famili dari si pasien.

Sebelumnya, pihak dokter yang dimintakan keterangan dan pendapatnya atas hal tersebut, tidak bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan, bahkan pihak dokter tersebut meminta para wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak keluarga mengenai hal tersebut, mengapa bayi tersebut sampai dapat lahir tanpa tulang.

Para wartawan pun mencoba menanyakan langsung kepada pihak keluarga si pasien mengenai apa kira-kira penyebab dari kelainan tersebut. Menurut penjelasan pihak keluarga, selama mengandung si ibu bayi tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan.

Berat tubuhnya normal, makannya pun juga tidak ada yang aneh-aneh. Hanya saja, sang ibu tidak begitu suka dengan sayur bayam. Ketika ditanyakan apakah kira-kira yang menjadi penyebab bayi tersebut lahir tanpa tulang, sejenak tampak semuanya terdiam, sampai akhirnya juru bicara keluarga tersebut maju untuk mencoba memberikan penjelasan, itu pun setelah ia berbisik-bisik dulu sebentar dengan para anggota keluarga lainnya.

“Sebenarnya, hal ini adalah urusan internal keluarga kami, tetapi karena Anda menanyakannya, maka yang bisa kami sampaikan adalah bahwa tulang dari bayi ini semuanya sedang berkumpul di Medan, karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.”

(Bah! Orang Batak rupanya…) :-)

Serius amat bacanya…!!!

tulang = om = paman

Taksi Gelap

“Pak, tolong saya Pak… saya habis ditodong oleh sopir taksi gelap yang membawa saya dari bandara!”

“Seperti apa ciri-ciri wajah sopir itu?”

“Yaah, namanya saja taksi gelap, Pak… mana bisa saya lihat wajahnya Pak.”

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!