Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Coba Minuman Keras

Seorang istri sangat sedih karena akhir-akhir ini suaminya sering pulang malam dalam keadaan mabuk.

Suatu hari ia marah besar kepada suaminya, “Seenaknya saja kamu bersenang-senang di luar, meninggalkan aku sendirian!”

Akhirnya si suami memutuskan untuk mengajaknya ke bar.

Sesampainya di sana, si suami memesan minuman keras seperti biasanya, dan memesankan satu gelas untuk istrinya.

Ketika si istri mencoba meminumnya, ia langsung memuntahkannya lagi.

“Minuman apa ini? Iihh, gak enak !!” komentar si istri.

“Tuh kan, makanya jangan dikira aku bersenang-senang di sini….”

Zombie

Ada 3 Zombie sedang adu kekuatan!

Zombie 1: “Ayo kita lomba, siapa yang paling cepat dan banyak meminum darah, dia yang menang!”
Zombie 2: “Boleh, Kapan? Di mana?”
Zombie 3: “Sekarang!”

Giliran Zombie 1 tiba! dengan secepat kilat ia pergi dan 1 menit kemudian ia kembali dengan mulut mengucurkan darah.
Zombie 1: “Kalian lihat kumpulan sapi itu?”
Zombie 2 dan 3: “Lihat, kenapa?”
Zombie 1: “Semuanya telah mati!”
Zombie 2 dan 3: “Wah hebat kamu!”

Giliran Zombie 2 tiba, dengan secepat kilat ia pergi dan 30 detik kemudian ia kembali dengan mulut mengucurkan darah!
Zombie 2: “Kalian lihat kota itu?”
Zombie 1 dan 3: “Lihat, kenapa?”
Zombie 2: “Semua penduduknya telah mati!”
Zombie 1 dan 3: “Hebat sekali kamu!”

Giliran Zombie 3 yang terakhir, ia pergi dengan secepat kilat, 2 detik kemudian ia kembali, dengan mulut mengucurkan darah.
Zombie 3: “Kalian lihat tiang listrik itu?”
Zombie 1 dan 2: (Heran) “Lihat, kenapa?”
Zombie 3: “SIALAN TU TIANG!..GW GA LIAT..”

Orang Medan dan Tukang Cendol

Seorang pemuda dari Medan yang baru pertama datang ke Yogya pengen sekali minum es Dawet alias Cendol di dekat stasiun Tugu.

Pemuda : Mbak, aku beli cendolnya ya …………

Mbak : Sampun telas mas (=sudah habis)

Pemuda : Iya memang harus pake gelas mbak …….

Mbak : Cendole mboten wonten mas (=tidak ada)

Pemuda : Iya lah …. aku sukanya pake santen.

Mbak : (Dengan nada kesal) Dasar sinting !!!

Pemuda : Bah …….dari mana kau tau namaku Ginting?!

Mbak : (Nada kesal) Dasar wong edan .!!!

Pemuda : Bah ….benar ‘kali tebakkannya, memang aku dari Medan.

Mbak : (Nada marah) Dasar wong ora duwe otak …!!!

Pemuda : Memang benar aku asli Batak.

Mbak : Dasar budeg (=tuli) .!!!

Pemuda : Iya mbak selain cendol aku juga suka gudeg.

Mbak : Dasar ….. kurang kerjaan !!!

Pemuda : Benar sekali mbak,teman-teman saya banyak yang kurang kerjaan, sukanya baca yang kayak ginian ….!!!

Menilai Sekretaris dan Atasannya

Dalam lingkungan kantor, kita sering melihat berbagai macam sifat dan karakter manusia. Kadangkala kita sulit membaca karakter-karakter mereka, berikut adalah sedikit karakter dan sifat dari karyawan kantor, dalam hal ini saya coba fokuskan pada sekretaris dan atasannya agar kita tidak salah tanggap tentang prilaku mereka.

Disusun dan ditulis oleh pakar dalam bidangnya.

Sekretaris baik - “Pak, saya ketikin ya?”
Sekretaris genit - “Pak, saya kitikin ya?”

Boss baik - “Mau dong!”
Boss nakal - “Maauu dooooongng.”

Sekretaris baik - Duduk di kursi
Sekretaris genit - Duduk di lengan-kursi

Boss baik - Menarik nafas bila melihat sesuatu yang tidak benar
Boss nakal - Menarik nafas bila melihat sekretaris yang “tidak benar”

Sekretaris baik - Memijit key-board
Sekretaris genit - Memijit si-boss

Boss baik - “Kesini !”
Boss nakal - “Sini doong”

Sekretaris baik - Smoke After Lunch
Sekretaris genit - Shower After Lunch

Boss baik - “Sini naik mobil”
Boss nakal - “Sini,.. naik dong”

Sekretaris baik - Pulang larut, lembur-banyak kerjaan
Sekretaris genit - Pulang larut, LemBur-Lempengin Burung

Boss baik - “Nanti dinner bareng ya”
Boss nakal - “Nanti supper bareng yaah”

Sekretaris baik - “Sudah siap Pak?”
Sekretaris genit - “Sudah siap belum ?”

Boss baik - “Ambilkan pakaian saya di laundry”
Boss nakal - “Ambilkan handuk saya di lemari”

Sekretaris baik - Waktu tertusuk jarum “Aww”
Sekretaris genit - Waktu tertusuk jarum “Ahh”

Boss baik - “Saya puas dengan pekerjaan kamu”
Boss nakal - “Saya puas dengan permainan kamu”

Sekretaris baik - Waktu sedang tertekan “Aduuh pusing”
Sekretaris genit - Waktu sedang tertekan “Aduuhhhhhhh”

Boss baik - Memperhatikan pakaian dan kerja sekretarisnya
Boss nakal - Memperhatikan pakaian dan gaya sekretarisnya

Sekretaris baik - Pakaiannya mahal boros bahan
Sekretaris genit - Pakaiannya murah ngirit bahan

Boss baik - Suka menelan obat Dokter
Boss nakal - Suka menelan ludah

Sekretaris baik - Tebar senyum
Sekretaris genit - Tebar pesona

Boss baik - Suka daun lalapan
Boss nakal - Suka daun muda

Sekretaris baik - “Nanti mau keluar Pak?”
Sekretaris genit - “Sudah mau keluar Pak?”

Boss baik - Memilih sekretaris dari pengalaman dan kemampuannya
Boss nakal - Memilih sekretaris dari jam terbang dan keahliannya

Sekretaris baik - “Keluarnya nanti lama Pak?”
Sekretaris genit - “Keluarnya masih lama Pak?”

Boss baik - “Ini gaji kamu”
Boss nakal - “Ini bayaran kamu”

Sekretaris baik - Selalu siap melayani tamu dan bos
Sekretaris genit - Selalu siap melayani..

Dan akhirnya…

Karyawan baik - Membaca prosedur dan perjanjian kerja
Karyawan tidak produktif - Baca e-mail dan ngenet melulu :-P

Lelaki Bangsat

Seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Tomi, seorang dokter pakar jiwa.

“Dokter, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada kalanya saya rasa dia keterlaluan, dan ada kalanya pula saya rasa memang patut saya memanggil dia seperti itu…” “Hmm… panggilan itu memang hinaan yang agak melampaui batas untuk seseorang… tapi, mungkin kamu punya sebab tersendiri sehingga memangilnya demikian. Ceritakanlah kepada saya agar saya dapat membantu…”

“Ya memang ada… pada satu malam kami berduaan dalam mobil di tepi pantai. Dia pegang tangan saya.”
“Dia pegang tangan kamu seperti ini?” dr Tomi memberi contoh.
“Ya. seperti yang dokter lakukan”
“Kalau hanya ini, tidak sepatutnya dia dipanggil bangsat dong. Itu tandanya dia tidak mau berpisah dengan kamu….”

“Kemudian dia merapatkan badannya kepada saya dan memeluk bahu saya….”
“Dia lakukan seperti inikah?”
“Ya. seperti inilah dia peluk saya dokter…”
“Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau sentiasa berdampingan dengan kamu” kata dr Tomi.

“Kemudian dia cium saya….”

“Dia cium kamu seperti ini ?”
“Ya. Ciumannya sama seperti yang dokter lakukan.”
“Kalau sekadar ciuman seperti ini, masih belum boleh dipanggil bangsat dong, itu tandanya dia sayang kamu, toh?”
“Kemudian dia memasukkan tangannya kedalam baju saya & meraba2 buah dada saya dokter…”
“Dia lakukan seperti ini kah?”
“Ya, seperti yang dokter lakukan inilah cara dia memperlakukannya…”
“Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau membelai diri kamu…”

“Kemudian dia menanggalkan semua pakaian saya satu persatu…”
“Adakah kamu membantah tindakannya?”
“Tidak, saya merelakannya sebab saya sayang dia…”
“Dia tanggalkan pakaian kamu seperti ini ?”
“Ya, sampai saya telanjang bulat seperti ini dokter….”

“Itu masih belum layak dipanggil bangsat, karena dia sebetulnya ingin mengenali diri kamu seutuhnya”
“Kemudian dia mencumbui saya lalu melakukan hubungan seksual dengan saya dok….”
“Dia lakukan seperti yang kita lakukan tadi kah?”
“Ya. Memang itulah yang dia lakukan ketika itu”
“hmm, itu juga masih belum boleh dipanggil bangsat. Itu tandanya dia memerlukan kamu dong!”

“Tapi kemudian dia memberitahu saya bahwa dia sebenarnya mengidap AIDS”

“HAH?? BRENGSEK!! DIA…MEMANG … BANGSAT!!… BANGSAAATTT!!!!… LELAKI BAAANGSAAAAAAAATTTTTT!!!!!!!!………”

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!