Category Archives: Dewasa

Cerita lucu dewasa

Dikasih Ludah

Ipung lagi… Ipung lagi…

Setelah kisah takut ditinggal ke luar dan kisah lampu sarung, maka kali ini si Ipung sudah besar dan sudah masuk SD.

Suatu hari, akan diadakan ujian… namun guru berbaik hati…

GURU: “Coba kalian hapalkan dulu ya, Ibu kasih waktu 15 menit untuk menghapal…”

Semua murid membaca buku catatannya dengan serius.

Tapi Ibu guru memperhatikan hal yang cukup unik, Ipung membaca buku catatan sambil melakukan sesuatu yaitu meludah di tangannya dan mengeluskan tangan tersebut di kepalanya… terus berulang-ulang.

Akhirnya karena penasaran, ibu Guru pun bertanya…

GURU: “Ipung, kamu sedang apa?”

IPUNG: “Menghapal, bu Guru…”

GURU: “Tapi kok sambil ngelus-ngelus kepala pake ludah gitu?”

IPUNG: “Ibu saya suka bilang sama bapak, biar gampang masuknya dikasih ludah aja kepalanya…”

GURU: “Ohhhh… Ternyata Ipung masih tidur bareng ibu dan bapaknya…”

Maklum, rumah tipe 21…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.9/10 (22 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 4 votes)

Lampu dan Sarung

Ipung lagi…

Cerita ini masih berkaitan dengan si Ipung yang takut ditinggal keluar. Pada suatu hari ketika Ipung sedang mendapat pelajaran Bahasa Indonesia, oleh gurunya seluruh murid diminta untuk membuat kalimat dengan menggunakan kata lampu dan kata sarung.

Ketika sampai giliran si Ipung, dengan tenang Ipung membaca pekerjaannya, “Bapak menjilat lampu dan Ibu menghisap sarung.”

Tentu saja sang ibu guru terheran-heran dengan kalimat yang ditulis oleh Ipung.

Usai pelajaran Ipung dipanggil oleh bu guru dan kemudian ditanya darimana dia bisa menulis seperti itu.

Dengan menggebu-gebu Ipung bercerita:

Semalam waktu Ipung sedang tidur, seperti biasa. Bapak/Ibu manggil Ipung, tapi Ipung diam saja soalnya takut dimarahi.

Abis itu Bapak nyuruh ibu: “Bu, lampunya dimatiin biar Bapak bisa jilatin.”

Terus Ibu nyahutin: “Ya dech.. kalau gitu Bapak sarungnya dibuka biar Ibu bisa hisap.”

Sang guru pun hanya bisa termangu diam…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.6/10 (16 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +8 (from 8 votes)

Ipung Ikut

Ada keluarga muda, baru punya satu anak berumur 5 tahun bernama Ipung. Mereka tinggal di perumahan tipe 21.

Karena rumah tipe 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka: bapak, ibu, dan anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur.

Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau “bobo-boboan”, mesti kucing-kucingan, nungguin Ipung tidur dulu.

Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung, kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.

Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap.

Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.

BAPAK: “Ipung?!!!”

IPUNG: “Ya, pak?”

Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu. Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.

IBU: “Ipung?!!!”

IPUNG: “Yaa, buuu?”

BAPAK: “Gila, belum tidur juga! (gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya)

Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata Ipung masih belum tidur juga.

Berkali-kali begitu terus. Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa.

Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya.

Ibu guru rupanya menangkap permasalahannya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung, “Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harus tidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung, tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar…” begitu ibu guru menasehati Ipung.

Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru. Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja.

Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur. Mereka juga sepakat untuk memulai permainan, lalu mereka mematikan lampu.

Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.

Permainan pun berjalan semakinn seru. Heboh… Menggairahkan.

Sampai Ipung juga keheranan karena tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap diam saja. Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.

BAPAK: “Aduuuh, buu… aku mau keluar!!!” (kata si bapak sambil gemetaran)

IBU: “Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr!!!” (kata Si Ibu nggak mau kalah)

IPUNG: “Ipung ikuuuuuut!!!” (Ipung langsung teriak ketakutan)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.3/10 (32 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +12 (from 14 votes)

Kata kunci:

  • cerita ipung

Hari Sum’at

Sepasang pengantin baru mengalami gangguan kesehatan. Setelah diperiksa dengan teliti, dokter menyimpulkan hal itu disebabkan frekuensi hubungan seks yang terlalu tinggi buat mereka.

“Sebaiknya untuk sementara kalian batasi dulu kegiatan seks kalian, tiga kali saja seminggu. Untuk memudahkan mengingat, saya sarankan untuk melakukan hubungan intim hanya pada hari yang berawalan dengan S, yaitu Senin, Selasa dan Sabtu,” saran dokter.

Akan tetapi pada malam ketiga puasa si suami horni berat. Ia mencumbu istrinya yang sedang tidur sampai terbangun.

“Hari apa ini Mas?” tanya si istri.

“Sum’at.”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.5/10 (11 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: -1 (from 3 votes)

Masukkan Rok Lagi

Ridwan datang ke kantor dengan dua mata lebam. Sontak teman-temannya bertanya apa yang terjadi dengan dirinya.

“Ceritanya begini. Saya kemarin antri di belakang wanita tinggi besar. Saya lihat rok wanita itu terjepit di antara belahan pantatnya. Lalu saya tarik agar terlihat rapi. Eh, dia malah berbalik arah dan meninju mata kiri saya”.

“Lalu kenapa dengan mata kananmu?” tanya teman-temannya.

“Saya pikir dia tidak suka jika rok-nya dikeluarkan, karena itu saya masukkan lagi rok-nya…”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.0/10 (13 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +5 (from 7 votes)

Baju Kusut

Malam pertama… Nenek pake BAJU TIPIS, Kakek cuek aja…
Malem kedua… Nenek pake BIKINI, Kakek diam seribu bahasa…
Malem ketiga… Nenek TELANJANG BULAT, Kakek komentar, “Baju kusut kok dipake…”

#kemudian hening, hening sekali…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (19 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 3 votes)

Kata kunci:

  • cerita lucu dewasa

Kejepit

Seorang kakek bercerita kepada cucunya tentang kisah penjajahan Belanda tempo doeloe. Di tengah asiknya bercerita tiba-tiba si kakek menangis tersedu-sedu diiringi dengan rintihan yang memilukan.

Merasa terbawa suasana cucunya angkat bicara, “Sudahlah kek, memang tempo doeloe itu sangat menyedihkan tapi kan sekarang kita udah merdeka…”

Dengan nada agak menyedihkan si kakek menjawab, “Cu, bukannya kakek sedih karena tempo doeloe, tapi biji Kakek kejepit di kursi rotan ini!!!”

“Dasar Kakek!!! Pakai sarung tanpa CD ya, Kek???”, kata cucunya.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +6 (from 8 votes)

Wanita Hyper

Seorang wanita cantik dan muda berkonsultasi kepada seorang psikolog ahli, “Dok, tolong bantu saya,” katanya.

“Setiap kali saya bertemu pemuda ganteng, kami selalu berakhir di ranjang, dan setelah itu saya menjadi merasa bersalah dan depresi selama seminggu.”

“Hmm… Saya paham,” kata si psikolog, “Anda ingin agar saya membuat Anda tahan terhadap godaan.”

“Oh, bukan begitu, Dok!!

Saya ingin Dokter membuat agar saya tidak merasa bersalah dan depresi setelah melakukannya.” kata wanita cantik tersebut.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.8/10 (11 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 7 votes)

Profesor Ginekologi

Di sebuah Simposium seorang Profesor Ginekologi mengejutkan para peserta dengan pernyataannya, “Saya pernah menemukan pasien yang memiliki vagina seperti buah melon.”

Teman sejawatnya langsung mengangkat tangan dan mengajukan keberatan, “Bahwa dalam kasus-kasus tertentu kita dapat menjumpai vagina dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tentulah dapat sama-sama kita terima. Namun menurut saya terlalu mengada-ngada bila Anda mengatakan pernah menemukan vagina dengan bentuk sebesar buah melon.”

“Lho, siapa yang berbicara tentang bentuk atau ukuran?” jawab Profesor tadi, “Saya berbicara tentang rasa!”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.3/10 (12 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 2 votes)

Saya Terpaksa

Dalam perjalanan ke luar kota, Budi terpaksa harus menginap di sebuah hotel kecil di sebuah kota.

Malam hari, karena tak tahan lagi akan rasa sepi dan dingin yang mencekam. Budi menelepon resepsionis di lantai bawah.

Budi: “Tolong kirim seorang PSK yang lumayan kemari…”

Istri pemilik hotel yang kebetulan bertugas di meja resepsionis sangat marah mendengar permintaan tamunya, dan dia menyuruh suaminya agar melempar Budi keluar dari hotel.

Tapi suaminya keberatan, katanya permintaan Budi toh adalah sesuatu yang alami dan tidak merugikan siapapun. Lagi pula, dia tak ingin kehilangan seorang pelanggan yang terbaik.

Istri: “Baik!!! Kalau kau tak mau, biar aku yang melemparnya!” kata si-istri sambil berlari ke atas.

Selama kurang lebih 20 menit, terdengar suara hingar bingar di atas. Tak lama setelah itu tampaklah Budi terengah-engah menjumpai si pemilik hotel seraya berkata…

Budi: “Boleh jadi perempuan tadi itu memang yang paling lumayan di kota ini. Tapi sayang dia agak bandel, sehingga saya terpaksa memperkosanya.

Suami: !#$%^&*()!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.7/10 (7 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: -2 (from 2 votes)