Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Joni the Sperm

Alkisah..

Ada seekor sperma bernama Joni…

Joni dikenal sebagai sperma yang gendut dan malas. Sehingga kalau berlomba-lomba memperebutkan ovum, Joni selalu kalah cepat dengan teman-temannya yang lain.

Akhirnya Raja sperma memanggil Joni.

“Joni, Kamu Saya lihat selalu malas-malasan. Kerjaannya Hardolin= dahar, modol, ulin (makan, boker, maen). Sekarang kamu harus ikut pelatihan bela negara”.

Dengan sangat berat hati akhirnya Joni mengikuti pelatihan tersebut. Mulai dari Sit-up, Push-up, Lari naik gunung turun gunung, fitness, pull up, dan lain-lain.

Beberapa bulan kemudian…

Jadilah seorang Joni yang berbadan athletis, Six pack, Cool, gagah, Larinya secepat gledeg, tidak ada yang bisa mengalahkan larinya joni. Joni langsung menjadi selebritis sperma.

Alkisah…

Terjadilah Hubungan Seorang Suami Istri.

Saat mencapai klimaks… crott…

Joni langsung lari secepat kilat. Sperma-sperma yang lain terkagum-kagum melihat kemampuan Joni. Tidak ada satu pun yang bisa membalap Joni. Semua ketinggalan jauh. Akan tetapi, tiba-tiba si Joni memutar arahnya. Joni balik haluan dengan cepat kilat. Sperma yang lain pada bingung. Apa yang terjadi dengan Joni. Setelah Joni dekat dengan temannya yang lain, Joni berteriak dengan kencang ke teman-temannya, “Woooiiiii Balikkkk Ada Tokaiiiiii…!!!”

Saya Terpaksa

Dalam perjalanan ke luar kota, Budi terpaksa harus menginap di sebuah hotel kecil di sebuah kota.

Malam hari, karena tak tahan lagi akan rasa sepi dan dingin yang mencekam. Budi menelepon resepsionis di lantai bawah.

Budi: “Tolong kirim seorang PSK yang lumayan kemari…”

Istri pemilik hotel yang kebetulan bertugas di meja resepsionis sangat marah mendengar permintaan tamunya, dan dia menyuruh suaminya agar melempar Budi keluar dari hotel.

Tapi suaminya keberatan, katanya permintaan Budi toh adalah sesuatu yang alami dan tidak merugikan siapapun. Lagi pula, dia tak ingin kehilangan seorang pelanggan yang terbaik.

Istri: “Baik!!! Kalau kau tak mau, biar aku yang melemparnya!” kata si-istri sambil berlari ke atas.

Selama kurang lebih 20 menit, terdengar suara hingar bingar di atas. Tak lama setelah itu tampaklah Budi terengah-engah menjumpai si pemilik hotel seraya berkata…

Budi: “Boleh jadi perempuan tadi itu memang yang paling lumayan di kota ini. Tapi sayang dia agak bandel, sehingga saya terpaksa memperkosanya.

Suami: !#$%^&*()!

Belum Tahu Surga Dunia

Seorang pemuda desa kuat iman,sampai saat mau meninggal di umur 90 masih perjaka asli.

Dia pun ingin tulisan di batu nisan nya sebagai berikut: “Aku lahir perjaka, muda perjaka, tua perjaka, dan mati juga masih perjaka.”

Tukang batu nisan bingung karena tulisannya kepanjangan, akhirnya ditulisnya sebagai berikut:

“BELUM TAHU SURGA DUNIA”

Yaahh… Habis…

Suatu hari ada seorang kakek yang ingin mencari koran terbitan hari ini, dicari di ruang tamu tidak ada, di ruang makan tidak ada, sampai akhirnya dia masuk ke salah satu kamar cucu lelakinya yang masih SMP untuk mencari koran tersebut. Nah, dengan tidak terduga dia menemukan majalah porno di kamar cucu lelakinya tersebut.

Kemudian si kakek membuka lembaran pertama:

Kakek: Ya Tuhan apa ini!!!

Si kakek terus melihat gambar yang ada di majalah tersebut:

Kakek: Ya Tuhan… (si kakek berdoa terus-menerus )

Sampai halaman terakhir si kakek berujar:

Kakek: Yaaahh… Habis… :-(

Nama Saya Sentot

Seorang ayah mempunyai tiga putri yang cantik dan menarik serta populer di kalangan para pemuda. Karena itu setiap malam minggu si ayah terpaksa harus bekerja ekstra untuk mengawasi para pemuda yang datang mengajak putrinya berkencan.

Begitulah pada suatu malam minggu terdengar bel berdering.Si ayah membuka pintu dan di hadapannya berdiri seorang pemuda yang memperkenalkan diri. “Nama saya Nanang, saya hendak menjemput Endang, kami hendak berenang, sudah siapkah sekarang?”

Si ayah meneruskan pesan tersebut ke belakang dan tak lama kemudian keluarlah Endang untuk pergi memenuhi ajakan pacarnya berenang.

Beberapa saat kemudian bel berdering lagi. “Nama saya Marti, ” kata pemuda dipintu itu memperkenalkan diri. Saya hendak menjemput Sunarti, kami hendak makan spagheti, sudah siapkah ia menanti?”

Si ayah meneriakkan pesan itu ke belakang dan keluarlah Sunarti. Dan baru saja si ayah hendak duduk di kursi, terdengar lagi bel berdering. Datang lagi seorang pemuda memperkenalkan diri.

“Nama saya Sentot. Saya hendak menjemput Margot…”

Dan dengan serta merta si ayah langsung membanting pintu. “Tidak bisa, bangsat!”

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!