Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Untung Gak Terinjak

Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang sewaktu hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanannya tadi dia hampir menginjak kotoran manusia yang masih panas.

Tapi dia masih ragu betul gak benda yang dia liat itu kotoran. Oleh karena penasaran, Pak Pandir mengambil keputusan untuk mengamati kotoran itu lebih dekat, lalu dia berkata, “Bentuk mirip taik.”

Lalu dia pegang kotoran itu, dan dia berkata, “Lembek… mirip taik.”

Terus dia colek sedikit kotoran itu lalu dia endus, dan dia berkata, “Bau mirip taik.”

Tapi Pak Pandir ini masih ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit kotoran tersebut.

Begitu selesai menjilat taik itu dia pun menjerit… “MEMANG TAIK! UNTUNG GAK TERINJAK!!!”

Jeritan Jeng Juminten

Satu hari Sultan merasa sungguh boring dan bete abis, jadi dia tanya si Kasim, “Kasimku, siapa paling pandai saat ini?”

“Abunawas, Tuanku.” jawab si Kasim.

Sultan pun manggil Abunawas dan baginda bertitah, “Kalau kamu pandai, coba buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf ‘J’.”

Abunawas terperanjat, tapi setelah berpikir, dia pun mulai bercerita:

Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogja-Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe. “Jamu-jamuuu…, jamu jahe-jamu jaheee…!”

Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.

Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: “Jarikku jatuh, jarikku jatuh…”

Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.

Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug.

Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.

Johny justru jadi jealous Juminten jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget.

“Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?” joke-nya Johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten.

“Jangan jealous, John…” jawab Juminten.

Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: “Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!”

Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebreeet…, Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol… jeleekk.

“John, jangan jahilin Juminten…!” jerit Jack.

Jantungnya Johny jedot-jedotan, “Janji, Jack? Janji… Johnny jera,” jawab Johny. Jack jadikan Johny join
jualan jajan jejeran Juminten.

Johny jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny “Jolly-jolly Jumper.” Jumpalagi, jek…!!!

Jeringatan: Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja…!!!

JUSAH…!!!

Please Again

Si Joko mendapat undian uang senilai ratusan juta, karena ingin bergaya, ia makan di restoran barat yang dipenuhi oleh bule-bule.

Pelayan: “Please” (sambil menyodorkan daftar menu).

Joko: “Wah gawat, daftar menunya bahasa asing nih, ah udah ah maen tunjuk aja.”, dia bergumama sambil menunjuk salah satu menu.

Pelayan: “OK!”

Tak lama kemudian pelayan datang sambil membawa semangkuk acar.

Joko: “Waduh, ternyata acar.” (bisiknya dalam hati).

Demi menjaga gengsi dia menghabiskan 1 mangkuk acar tersebut. Setelah habis, ia melihat bule di sebelahnya yang asik makan bistik.

Joko: “Sebetulnya gue pengen coba itu daging, tapi namanya apa ya? Mau nanya nggak bisa bahasa inggris, ah tunggu aja deh.”

Tidak lama kemudian si bule berteriak ke arah pelayan: “Please, again!”.

Pelayan pun datang membawa sepiring bistik lagi.

Joko: “Oh itu tho namanya…”

Kemudian si Joko berteriak juga, “Plis egen…!!!”

Sifat Cowok Dilihat dari Cara Minum Secangkir Kopi

1. Cowok Pendiam
Melihat secangkir kopi mengepul panas-panas dia hanya diam saja dan hanya memandang jauh ke dalam cangkir itu… sampai kopinya dingin masih didiemin saja…

2. Cowok Penyabar
Di depan sudah terhidang kopi panas… dia tunggu dengan sabar sampe kopi itu dingin, terus dia minum pelan-pelan, sesekali disruput dalam-dalam… bisa berjam-jam menikmati secangkir kopi itu…

3. Cowok Pencemburu
Gak bisa diem dia liat temennya srupat-sruput kopi aceh sementara dia hanya dapet kopi instan…

4. Cowok Penyayang
Sebelum minum kopi dia pegangin cangkir itu… diusap pelan-pelan bibirnya (bibir cangkir maksudnya, siapa tahu ada bakteri nempel :P ), setelah itu dia berkata… oh my coffee, i miss u, i like u, i need u… slurpssss…

5. Cowok Gak Penyabar
Begitu liat di meja ada secangkir kopi dia embat saja tanpa permisi… (bahkan dia rela minum kopi panas-panas… biar gak keburu ketahuan heheheh)

6. Cowok Pemalu
Gak berani nyruput kopi di muka umum… apalagi di depan calom mertua… biasanya dia bawa secangkir kopi itu ke toilet atau kalo nggak mukanya ditutupin koran pas dia minum…

Enakan Ibu

Di suatu sudut di kota Jakarta tinggal sebuah keluarga yang kelihatannya cukup bahagia.

Rumah bagus dengan halaman luas, punya mobil mewah, seorang istri yang cantik dan bekerja pada sebuah perusahaan bonafid, dua orang anak yang sedang lucu-lucunya, seorang pembantu bernama inem dan seorang supir pribadi bernama parto.

Mungkin dikarenakan pekerjaan si istri yang sangat sibuk (maklum, sebagai Executive Secretary) sehingga sering pulang malam dan dalam keadaan sangat lelah. Setelah sampai di rumah paling si istri hanya sempat melihat kedua anaknya yang sudah tidur di kamar lalu mandi dan pamit pada suaminya yang sedang nonton televisi untuk tidur.

Walaupun si suami sudah tidak kuliah lagi (sudah bekerja), tapi akhirnya dia pun mendapat gelar S3 (Sebulan Sekali Setor). Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!