Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

Si Otong Dan Ceweknya

Pada suatu hari Si Otong datang ke rumah seorang cewek cantik, lalu terjadilah percakapan di bawah ini:

Si Otong: Alo sayank… gue boleh masuk kan?

Ceweq(ce): Boleh boleh aja…

Si Otong: Sayank, kita ke kamar yuk!

Ce:(berpikir) ehm… yuk

Setelah di kamar…

Si Otong: Boleh kunci pintu kan?

Ce: Bolehhhhh…

Si Otong: Kalo tutup jendela juga boleh kan?

Ce: Boleh.

Si Otong: Kita naik ke tempat tidur yuk say…

Ce: (berpikir) Yuk…

Si Otong: Tutup selimutnya ya!

Ce: (berpikir: akhirnya dia mau melakukannya juga) Tutup saja… (katanya sambil senyum-senyum)

Si Otong: Eh liat dech JAM GUE BISA NYALA!!!

Anjing Pintar

Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka.

Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.

Perempuan 1: “Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi, ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan.”

Perempuan 2: “Ya, gua tahu itu.”

Perempuan 1: (kaget) “Dari mana lu tahu?”

Perempuan 2: “Anjing gua yang cerita.”

Aku Rasa Engkau Benar

Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa.

Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:

“Aku rasa engkau benar.”

Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:

“Aku rasa engkau benar.”

Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:

“Aku rasa engkau benar.”

Istri Jutawan

Seorang pemboros berkata pada temannya.

“Akulah penyebab utama kenapa Kemod sekarang menjadi jutawan.”

“Oh ya, memang siapa Kemod itu sebelum kalian menikah?” tanya sang teman.

“Dulu, ia adalah seorang milyuner.”

Tidak Tahu

Keledai Nasrudin jatuh sakit. Maka ia meminjam seekor kuda kepada tetangganya. Kuda itu besar dan kuat serta kencang larinya. Begitu Nasrudin menaikinya, ia langsung melesat secepat kilat, sementara Nasrudin berpegangan di atasnya, ketakutan.

Nasrudin mencoba membelokkan arah kuda. Tapi sia-sia, kuda itu lari lebih kencang lagi.

Beberapa teman Nasrudin sedang bekerja di ladang ketika melihat Nasrudin melaju kencang di atas kuda. Mengira sedang ada sesuatu yang penting, mereka berteriak, “Ada apa Nasrudin? Ke mana engkau? Mengapa terburu-buru?”

Nasrudin balas berteriak, “Saya tidak tahu! Binatang ini tidak mengatakannya kepadaku!”

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!