Feb
20
Agus sudah cukup lama berpacaran dengan Susi. Pada suatu hari, Agus bermaksud melamar Susi dengan mendatangi calon ayah mertuanya sambil berkata, “Om, Saya ingin menikah dengan Susi.”
Ayahnya Susi segera memotong pembicaraan dan bertanya, “Apakah kamu sudah bertemu dengan istri saya?”
Agus dengan gugup menjawab, “Sudah, tapi terima kasih, Om! Saya lebih tertarik putri Anda.”
Feb
19
Seorang pemuda bermaksud melamar gadis yang sudah lama dipacarinya. Sayang duit untuk mahar hanya Rp 800 ribu perak.
Tapi dia nekat datang melamar, dan diterima bapak si gadis.
Bapak: “Berapa duit kamu?”
Pemuda: “800 ribu rupiah pak.”
Bapak: “Duitmu sedikit! Ndak usah datang-datang lagi, kecuali kalau kamu sudah punya duit berjuta-juta!”
Maka pulanglah si pemuda dengan kecewa. Tapi seminggu kemudian, dia datang lagi.
Bapak: “Sudah punya duit berjuta-juta?”
Pemuda: “Sudah, Pak.”
Bapak: “Berapa?”
Pemuda: “Setengah juta tiga ratus ribu rupiah…”
Kontan saja lamaran pemuda itu diterima.
Feb
18
Seorang wanita mendatangi Kantor Dinas Sosial untuk mengajukan permohonan tunjangan sosial Anak.
“Berapa jumlah anakmu?”, tanya petugas.
“10 orang Pak!”
“Sepuluh orang? Siapa saja nama mereka?”
“Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga dan Angga.”
“Hah? Namanya sama semua? Apa Anda tidak jadi bingung?”
“Oh tidak Pak. Malah jadi gampang. Kalau mereka lagi main di luar saya cuma berteriak, ‘Angga… Makan!’ atau ‘Angga… tidur!’ dan mereka semua akan segera masuk.”
“Bagaimana jika kamu mau ngomong kepada salah seorang saja?”, tanya petugas yang masih bingung itu.
“Ah itu gampang saja Pak. Saya tinggal memanggil nama bapak mereka saja.”
Feb
15
Apa Kabar? = Anyong Aseo
Sampai Jumpa = Anyong
Kurang Ajar = Monyong
Tidak Lurus = Men Chong
Pria suka berdandan = Ben Chong
Tiba-tiba = She Khonyong
Mulut = Mon Chong
Sosis = Lap Chong
Suami dari adiknya Papa = Ku Chong
Kiss me = Soon Dhong Yang Baca selengkapnya »
Feb
10
Sepulang dari kantor kemarin malem, gue mampir ke suatu mall buat beli obat di counter apotik kecil yang ada di situ. Setelah nyerahin resepnya, gue beli rokok ke counter di sebelahnya dan kemudian gue duduk santai buat nunggu panggilan untuk pengambilan obatnya.
Untuk pengisi waktu, rokok yang baru gue beli langsung aja gue keluarin dan gue nyalain sebatang.
Baru aja jalan tiga isepan, gue udah disamperin sama Security (Satpam) yang ada di dekat situ.
“Mangap Mas… eh, maksud saya maap, rokoknya tolong dimati’in dong. Di ruangan ber-AC ini dilarang merokok…”, tegor si mas Satpam. Baca selengkapnya »