Sekamar dengan Papa

Sebuah keluarga akhirnya dapat pindah ke rumah yang lebih besar. Beberapa waktu kemudian salah seorang anaknya bertemu dengan teman dari daerah bekas rumah lamanya.

“Bagaimana rumah barumu, enak?” tanya si teman.

“Ya tentu saja. Kami punya kamar sendiri-sendiri. Cuma kasihan mama, ia tetap saja sekamar dengan papa,” jawab si anak.

1 Comment so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. January 27, 2008 8:07 am

    seandainya aja anak kecilnya ngerti… :">

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »