Apakah Marketing Itu?

  1. Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampirinya dan berkata, “Aku adalah orang kaya… menikahlah denganku.”
    Itu adalah DIRECT MARKETING.
  2. Jika anda berada di sebuah pesta dengan kawan-kawan anda dan bertemu dengan seorang gadis cantik. Salah seorang kawan anda menghampiri gadis itu dan berkata, “Lihatlah pria itu (sambil menunjuk anda). Ia sangat kaya, menikahlah dengannya.”
    Itu adalah ADVERTISING.
  3. Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampiri dan meminta nomor teleponnya. Keesokan harinya anda menelponnya dan mengatakan, “Hi… aku sangat kaya, menikahlah denganku.”
    Itu adalah TELEMARKETING.
  4. Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda membetulkan dasi, berjalan ke arahnya dan menawarkan minum. Anda membukakan pintu untuknya saat mengantar pulang dan berkata, “Aku sangat kaya, maukah kau menikah denganku?”
    Itu adalah PUBLIC RELATIONS.
  5. Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Ia berjalan ke arah anda dan mulai merayu, “Kau sangat kaya rupanya.”
    Itu adalah BRAND RECOGNITION.
  6. Anda berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda mendekatinya dan berkata, “Aku sangat kaya, menikahlah denganku.” Lalu ia menampar muka anda.
    Itu adalah CUSTOMER FEEDBACK alias COMPLAIN.

Ketinggalan Kereta

Alkisah di stasiun kereta api, ada tiga orang yang baru turun dari bis, dua orang tidak membawa barang apapun alias lenggang dan satu orang membawa tas koper yang besar, berlarian mengejar kereta api yang baru berjalan.

Ketiga orang itu berlarian dengan sangat kencang mengejar kereta api yang baru berjalan tersebut. Singkat cerita, dua dari tiga orang tersebut berhasil mengejar kereta dan naik, tinggal satu orang yang membawa kopor tidak dapat mengejar kereta api itu.

Setelah istirahat sebentar orang yang ketiga ini tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, orang-orang yang ada di stasiun heran melihat orang ini, lalu ada salah satu calon penumpang kereta lain yang bertanya, “Pak kok ketinggalan kereta malah tertawa?” Lalu jawab si bapak, “Bagaimana saya tidak tertawa, wong yang dua orang tadi itu hanya mengantar saya aja…” :-D

Hati-hati Waktu di WC!!!

Kemarin gue pergi ke sebuah Mall… Nongkrong sama temen2…

Entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung saja gue masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.

Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari WC sebelah.

Kaget juga, karena gue nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”

Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah terasa lega?”

Wah pertanyaan macam apa sih itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit, jadi gue jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung gak ngantri…”

Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah dikit nih.”

Gue jadi mulai curiga, lalu gantian gue yang tanya : “Masalah apa, pak?”

Dia langsung jawab : “Iniii lho diajenggg… ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya… sampai nanti…”

Siapa yang Mendorong?

Alkisah ada seorang kaya raya sedang mengadakan pesta di rumahnya di kawasan Menteng. Kayanya orang ini nggak kira-kira, duitnya bejibun, belon rumahnya di Menteng ama di Pondok Indah, punya banyak simpanan cewek, abis itu dia juga punya helikopter ama pesawat terbang. Pokoknya semuanya deh.

Orangnya rada nyentrik. Kolam renangnya diisi banyak buaya. Lagi pada pesta di pinggir kolam, si doi berdiri di atas menara life guard supaya temen-temennya bisa ngeliat.

Terus dia suruh semuanya tenang dan berkata, “Baiklah, orang pertama yang berani renang di kolam ini dari ujung ke ujung bakalan gue kasih semua duit gue.”

Semua pada diem. Si kaya ngeliat ke temen-temennya dengan gemes lalu berkata “OK, orang pertama yang berani renang di kolam ini dari ujung ke ujung, gue kasih semua duit gue plus rumah gue.”

Tetap nggak ada juga yang bereaksi. “OK, kalau gitu semua duit gue, rumah, mobil-mobil, pesawat terbang, semua milik gue, saham, surat berharga dan semua cewek gue, pokoknya semua yang gue miliki.”

SPLASH!!! Ada yang terjun! Buaya-buaya pada ngerubutin tapi dia berkelit aje kayak Tarzan. Berkelit ke sono-sini, berkelahi juge dengan buaya itu. Akhirnya nyampe juga di seberang. Si kaya turun dari life guard tower lalu berlari ke orang itu.

Kaya : “Gile lu! Hebat bener, gua nggak nyangka kalo ada yang berani melakukannya. Elu mau duitnya sekarang?”

Nekad : “Nggak! Gue nggak mau duit!”

Kaya : “Elu mau rumahnya sekarang?”

Nekad : “Nggak! Gue nggak mau rumahnya!”

Kaya : “Elu mau mobil ama pesawatnya sekarang atau ntar?”

Nekad : “Nggak! Gue juga nggak mau pesawat!”

Kaya : “Elu minta saham atau surat berharga?”

Nekad : “Nggak! Gue nggak mau!”

Kaya : “Elu minta cewek gue?”

Nekad : “Nggak! gue juge nggak mau itu!”

Kaya : “Habis, elu itu maunya apa donk???”

Nekad : “Gue mau tahu siapa bajingan yang dorong gue tadi!”

Bukan Termometer

Pada suatu hari ada seorang istri pejabat yang sedang mengeluh kepada suaminya karena sering mengidap demam dan pegal linu yang tidak tentu datangnya.

Sang suami kemudian menganjurkan untuk pergi ke dokter umum deket rumah mereka. Tibalah mereka di ruang praktek dokter sugeng yang notabene dokter langganan mereka. Si dokter pun tak lupa menanyakan keluhan yang dialami pasiennya dan istri pejabat itu mengatakan bahwa ia sering mengalami demam secara tiba-tiba dan waktunya yang tidak tentu.

Si dokter kemudian berpikir… dokter kemudian mengecek suhu ibu tersebut, setelah beberapa menit dokter melihat pada termometer dan didapatinya suhu tubuh ibu tersebut adalah 37′C, dan dokter mengatakan bahwa ibu tersebut normal. Tetapi ibu tersebut ngotot dan mengatakan, Ibu : “Dok masa sih normal? Padahal tadi pagi saya demam dan menggigil.”

Dokter itu kemudian berkata “OK deh kalau itu yang ibu mau, saya bisa mengecek suhu tubuh ibu lagi…”, dan kemudian dokter itu memasang termometer di mulut ibu tersebut… selang beberapa menit didapatinya suhu tubuh ibu tersebut 40′C. Si dokter bertambah bingung dan akhirnya berkata kepada ibu tersebut.

Dokter : “Ok ibu, sekarang untuk memastikan suhu tubuh ibu bagaimana jika saya mengecek sekali lagi di anus?” dan ibu tersebut berkata, “Wah bagaimana ya dok, masa harus dibuka-buka gitu sih dok?” keluh sang ibu.

Dokter pun berkata “Itu sih terserah ibu saja, saya tidak memaksa kok.” Ibu itu akhirnya setuju tapi dengan syarat dia akan minta ijin suaminya dulu yang sedang menunggu di ruang tunggu pasien. Setelah mendapat ijin dari suaminya ibu itu masuk ke ruangan dan ber-’bugil ria’.

Akhirnya si dokter menyuruh ibu tersebut ‘nungging’ karena akan memasukan termometer… tapi pada saat proses berlangsung tiba-tiba ibu tadi terkejut sambil setengah berteriak, “Eh dok… dok bukan yang itu lubangnya, dokter salah masukin termometer..!”

Dokter itu pun menjawab, “Tenang… tenang… bu, ini juga bukan termometer…”