Pada suatu hari ada seorang istri pejabat yang sedang mengeluh kepada suaminya karena sering mengidap demam dan pegal linu yang tidak tentu datangnya.
Sang suami kemudian menganjurkan untuk pergi ke dokter umum deket rumah mereka. Tibalah mereka di ruang praktek dokter sugeng yang notabene dokter langganan mereka. Si dokter pun tak lupa menanyakan keluhan yang dialami pasiennya dan istri pejabat itu mengatakan bahwa ia sering mengalami demam secara tiba-tiba dan waktunya yang tidak tentu.
Si dokter kemudian berpikir… dokter kemudian mengecek suhu ibu tersebut, setelah beberapa menit dokter melihat pada termometer dan didapatinya suhu tubuh ibu tersebut adalah 37′C, dan dokter mengatakan bahwa ibu tersebut normal. Tetapi ibu tersebut ngotot dan mengatakan, Ibu : “Dok masa sih normal? Padahal tadi pagi saya demam dan menggigil.”
Dokter itu kemudian berkata “OK deh kalau itu yang ibu mau, saya bisa mengecek suhu tubuh ibu lagi…”, dan kemudian dokter itu memasang termometer di mulut ibu tersebut… selang beberapa menit didapatinya suhu tubuh ibu tersebut 40′C. Si dokter bertambah bingung dan akhirnya berkata kepada ibu tersebut.
Dokter : “Ok ibu, sekarang untuk memastikan suhu tubuh ibu bagaimana jika saya mengecek sekali lagi di anus?” dan ibu tersebut berkata, “Wah bagaimana ya dok, masa harus dibuka-buka gitu sih dok?” keluh sang ibu.
Dokter pun berkata “Itu sih terserah ibu saja, saya tidak memaksa kok.” Ibu itu akhirnya setuju tapi dengan syarat dia akan minta ijin suaminya dulu yang sedang menunggu di ruang tunggu pasien. Setelah mendapat ijin dari suaminya ibu itu masuk ke ruangan dan ber-’bugil ria’.
Akhirnya si dokter menyuruh ibu tersebut ‘nungging’ karena akan memasukan termometer… tapi pada saat proses berlangsung tiba-tiba ibu tadi terkejut sambil setengah berteriak, “Eh dok… dok bukan yang itu lubangnya, dokter salah masukin termometer..!”
Dokter itu pun menjawab, “Tenang… tenang… bu, ini juga bukan termometer…”
