Gimana Ya?

Ceritanya Mukidi, ngajak istrinya Markonah ke dokter ahli.

“Pak Dokter, tolong ya… istri saya sudah setengah tahun ini kok tidak mau melayani saya di ranjang, itu gimana ya Dok…?”

“Ooo… begitu… baiklah, tolong anda tunggu di luar, biar saya bisa konsultasi dengan istri anda.”

Sesudah Mukidi keluar dari ruangan, Markonah mulai cerita…

“Begini Dok… setengah tahun terakhir ini, setiap pagi saya harus berangkat ke kantor naik taksi, padahal saya ini gak punya uang Dok…! Terus pas mau turun, sopir taksi itu bertanya “Kamu mau bayar, atau Gimana…?”

Karena gak punya uang untuk membayar, terpaksa saya pilih aja yg ‘Gimana’…!”

“Akibatnya… saya pun telat masuk kantor, dan dipanggil ke ruangan si B0SS, terus dia berkata “Kamu mau saya kasih surat peringatan, atau Gimana…?”

Karena bingung, saya pilih ‘Gimana’…”

“Pulang kantor saya harus naik taksi lagi, tapi saya gak punya uang… Lalu sopir taksi tanya… “Kamu bayar, atau Gimana?”

Daripada berurusan dengan hukum, saya pun terpaksa pilih ‘Gimana’…”

“Kejadian seperti itu setiap hari Dok…! Jadi sampai di rumah, saya sudah kecapean dan gak nafsu sama sekali…”

Mendengar cerita Markonah, Dr. Imam pun berkata…

“Oooh jadi begitu ceritanya… Terus ini mau saya sampaikan ke suamimu atau “Gimana”?

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Istri yang Pasrah

Seorang suami yang sedang SEKARAT sedang ditemani istrinya yang duduk di samping tempat tidur.

SUAMI: “Ma… maafkan papa… teman baikmu RIKA… dia juga istri papa…”

ISTRI: “Nggak apa-apa pa… mama dah tau…”

SUAMI: “Papa juga memperistri teman sekantormu, SHINTA…”

ISTRI: “Mama tau kok paaaaaa…!!”

SUAMI: “Terakhir… papa juga nikah sama IMAH, pembantu kita…”

ISTRI: “Sudahlah pa… mama udah tau semua… Sekarang yang penting papa jangan banyak gerak dan bicara… Biarkan KOPI SIANIDA nya BEKERJA…”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Posisi Duduk Menentukan

Pesawat Medan ke Jakarta bersiap akan take-off, tapi tertunda gara-gara Tagor (yang baru pertama kali naik pesawat) dengan tiket ekonomi, tapi ngotot ingin duduk di kelas bisnis.

Asiong (pemilik kursi bisnis): “Maaf pak… Ini kursi saya.”

Tagor: “Anda siapa…?”

Asiong: “Saya penumpang yang duduk di sini Pak!”

Tagor: “Penumpang…? Saya juga, sama-sama bayar…! Sama-sama penumpang, kenapa kau mau ngatur-ngatur saya?”

Asiong tak mau ribut, lalu Asiong lapor ke pramugari.

Pramugari: “Maaf Pak Tagor…dari tiket bapak mesti nya Bapak duduk di belakang.”

Tagor: “Anda siapa?”

Pramugari: “Saya pramugari…”

Tagor: “Pramugari itu apa?”

Pramugari: “Pramugari itu yang melayani penumpang.”

Tagor: “Bah… pelayan rupanya kau!!! Saya kira siapa tadi, udah lah kau urus aja kerjaan kau, nggak usah ngatur-ngatur saya. Pokoknya saya tetap duduk di sini. Anda mau apa…??!!”

Pramugari habis akal, dia pun memanggil pilot.

Pilot:” Maaf pak, mestinya bapak duduk di belakang…!!”

Tagor: “Siapa pula Anda?”

Pilot: “Saya pilot pak!”

Tagor: “Pilot itu apa?”

Pilot: “Pilot itu yang mengemudikan pesawat ini.”

Tagor: “Bahhh yang tadi pelayan, sekarang sopir…? Saya kira Anda siapa, berpakaian kayak DLLAJ, pake topi, ternyata cuma sopir. Pokoknya saya tetap disini. Mau apa Anda? Bikin kesal saya saja”.

Bonar, orang Batak yang baru masuk pesawat mendengar ribut-ribut bertanya pada pilot, kemudian dia manggut-manggut dan minta waktu 5 menit pada pilot untuk dapat bicara pada Tagor. Kemudian Bonar duduk disebelah Tagor sambil mengobrol.

Tiga menit kemudian, Tagor tiba-tiba bangkit sambil ngomel-ngomel:

Tagor pun pindah ke belakang, Pilot merasa takjub, dia lalu bertanya pada Bonar,

Pilot: “Apa sih yang Bapak bicarakan, kok tiba-tiba dia bisa pindah kursi?”

Bonar: “Aku bilang “lae mau kemana?”

Dia jawab “ke Jakarta”, terus Aku bilang “Lae, duduknya salah, kalau ke Jakarta, duduknya di belakang, yang di depan ini turunnya di Samosir…!!!”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.1/10 (44 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +8 (from 8 votes)

Waduh Saya Prihatin

Di sebuah SMU di Amerika, saat kelas Sejarah, di situ ada seorang siswa baru dari Jepang yang bernama Suzuki Yamaguchi.

Ibu Guru: “Anak-anak, siapa yang terkenal dengan pernyataan ‘Kebebasan atau Kematian’…?”

Suasana kelas hening 1 menit dan tiba-tiba Suzuki mengangkat tangannya: “Patrick Henry, tahun 1775 di Philadelphia…”

Ibu Guru:”Bagus sekali, Suzuki! Dan siapa yang mengatakan ‘Negara ini dan Bangsa ini tidak akan pernah mati’…?”

Suasana hening lagi. Suzuki angkat tangan lagi: “Abraham Lincoln, tahun 1863 di Washington.”

Ibu guru memandang murid-muridnya: “Kenapa kalian ini? Suzuki orang Jepang, tetapi tahu sejarah Amerika dari pada kalian.”

Semua murid terdiam, tiba-tiba dari belakang ada yang teriak: “Pergi kamu, Jepang sialan!!”

Ibu Guru: “Hey… siapa yang mengatakan itu?”

Kembali Suzuki langsung mengangkat tangannya: “Jendral Mc Arthur, tahun 1942 di Guadalcanal…”

Suasana kelas semakin rame dan gaduh, tiba-tiba ada yang teriak: “Suzuki sialan, brengsek!”

Bu Guru: “Hey….siapa yang mengatakan itu?!”

Eeh… Suzuki malahan menjawab: “Valentino Rossi di Rio de Janeiro, Brazil, pada Motor Grand Prix tahun 2002…”

Ibu Guru semakin gusar dan berkata: “Sekali lagi kalian berbicara, akan kugantung kau di Monas…!!”

Suzuki menjawab: “Anas Urbaningrum, tahun 2012, pada kasus Hambalang di Indonesia!”

Ibu guru mengelus dada sambil geleng-geleng: “Waduuhh… Saya prihatin…”

Suzuki berteriak: “SBY presiden Indonesia ke-6!”

Ibu Guru semakin stress, lalu tepok jidat: “Wis aku ndak mikir rapopo…”

Suzuki berdiri dan berteriak: “Jokowi, Gubernur DKI Jakarta.”

GUBRAAAK!!! Bu Guru pun pingsan…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.8/10 (40 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +5 (from 11 votes)

Oh Enaknya…

1. Kuputar tubuhnya menghadap belakang. Lalu kutusuk lubang kecil nan sempit itu, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat… ”Lagi mau nge-charge HP, eh, ada sms.”

2. Rena mengambil tisu, lalu mengelap lendir bening pacarnya itu. “Gara–gara kamu, sampe keluar gini,” kata sang pacar. “Maaf say, kamu jadi ketularan flu,” ujar Rena.

3. Benda bulat itu dipegang tante Intan, digerakkan naik-turun dengan penuh semangat, otot-ototnya pun menjadi tegang. “Ugh, capeknya angkat barbel.”

4. Cewek : “Uuh… Mas, kamu kok lama banget sih keluarnya? Aku pegel nih… cape.”
Cowok : “Maaf say, tadi dosennya ngasih tugas dulu. Udah lama di sini?”

5. Para tante mengerubungiku, seraya memaksaku mengocoknya lebih cepat, akhirnya keluar juga benda putih itu. “Arisan kali ini yang dapet tante Marni.”

6. Jariku masuk ke dalam lubang yang sempit itu. Kugesek-gesek lalu tiba-tiba jariku terasa basah oleh lendir yang bening. “Gini nih kalo ngupil pas lagi pilek… huh.”

7. Gadis muda itu berjongkok di depanku tanpa mengenakan celana dalam, ia pun menatapku dan berkata, “ Ayah… pipisnya udah.”

8. Setelah lama tawar menawar, harga disepakati. Mawar pun berkata, “Mau pake kondom ga??” Gue, “Boleh, biar ga lecet kan casingnya?”

9. “Beb, rada cepet dong genjotannya, udah mau nyampe nih…” ujar Rani. “Huff… iya beb, aku udah sekuat tenaga genjotnya nih.” Jawab Tomi sambil ngos-ngosan. “Awas ada anak kecil nyebrang!” pekik Rani panik.

10. Mulut Rani kempot saking nafsu mengenyotnya, dan benar saja, tak lama kemudian cairan kental dan manis itu tumpah dalam mulutnya. “Oh, enaknya permen blaster.”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.3/10 (18 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +4 (from 6 votes)